Selasa, 31 Maret 2015

Sebuah Kesalahan pada lambang Gemeente Bandung tempo dulu bagian 2#


kembali membahas soal lambang Gemeente Bandung,  sejak dayeuh Bandung ditetapkan menjadi Gementee oleh Jenderal J.V. Van Heutz melalui ordonasi 21 Februari 1906. Legenda Sanghiang Tikoro dan Sangkuriang menjadi tema khas dari Lambang Gementee Bandung. Bahkan sejak itu pula tak pernah ada sebuah lambang apapun tanpa persetujuan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Seperti yang ditetapkan dalam aturan pasal 1 ayat 1 ordonasi 7 September 1928. Termasuk sehelai pita yang menghiasi perisai Bandung kala itu dan bertuliskan motto dengan bahasa latin Ex Undis Sol. Motto ini merupakan terjemahan dari bahasa Belanda Uit de Golven de Zon yang berarti "Matahari Muncul di atas Gelombang". Lho, apa hubungannya Matahari Muncul di atas Gelombang dengan kisah pasang surut Danau Bandung ? kata Meneer J.E. Jasper dalam sebuah artikel di koran Java Bode 1906-1931.

Persoalan mendasar dari kesalahan itu sebenarnya bukan dari tidak adanya hubungan nama dengan sejarah. Seperti juga motto "Bandung Berhiber", "Bandung Atlas" atau Bandung Heurin ku Tangtung, dll. Tersirat muatan histori dan potensi sosio-ekonomi pada motto tersebut. Tetapi, kata sahibul sejarah, kesalahan nama yang kemudian menjadi motto Bandoeng Tempo Doeloe itu karena Walikota pada masa itu "koppig" alias nakal, malu mundur karena gengsi. Karena ia tetap ingin mempertahankan semboyan "Ex Undis Sol". Padahal, meskipun dari segi hubung-hubungan tadi boleh-boleh saja, tapi justru penggunaan namanya yang ternyata salah.

Motto Gementee Bandoeng itu sebenarnya sangat tidak ingin terlepas dari sejarah danau Bandung. Semacam motto yang mungkin begini bunyinya, "Lahan Kokoh Muncul dari Gelombang". Lahan kokoh atau lahan padat yang dalam bahasa latin disebut "Solum" atau dalam bahasa Inggris "Solid Soil". Sedangkan kata latin dari muncul adalah "Ex" dan gelombang dalam bahasa latin adalah "Undis". Jadi motto yang benar adalah "Ex Undis Solum" bukan "Ex Undis Sol" seperti yang tercantum dalam lambang Gementee Bandoeng tempo dulu. Sebab, kata latin "Sol" berarti "Matahari" seperti Solar atau Soleil dalam bahasa Prancis. Bayangkan, sampai tahun 1952, kota Bandung yang luhung ini ternyata memiliki dan menggunakan semboyan yang salah


sumber :
http://bandoengers.blogspot.com/2010/02/ex-undis-sol.html
http://infobdg.tumblr.com/post/15628311400/pemerintah-kerajaan-belanda-ternyata-sempat









Tidak ada komentar:

Posting Komentar