Selasa, 31 Maret 2015

Sebuah Kesalahan pada lambang Gemeente Bandung tempo dulu bagian 1#



Jika saya bertanya pada warga Bandung mengenai lambang diatas apakah ada yang mengenalinya? Yak, itu adalah lambang pemerintahan Bandung masa penjajahan Belanda, atau disebut juga dengan Gemeente Bandoeng. Mungkin untuk warga muda Kota Bandung belum banyak yang mengenali (kecuali mereka yang gemar akan sejarah kota Bandung) tapi untuk para rekan rekan senior atau para tokoh dan tetua kota Bandung akan mengenali logo ini.

Makna apa sih yang terkandung dalam lambang ini, untuk mengetahuinya mari kita bahas jauh ke belakang, saat Bandung masih berupa Danau menurut catatan sejarah, Bandung terbentuk karena menyusutnya danau bandung sekitar 3000 tahun yang lalu. Danau ini terbentuk dari erupsi besar Gunung Tangkuban Parahu yang merupakan anak dari gunung Sunda. Pada saat danau tersebut surut maka munculah sebuah dataran tinggi Bandung.

sang hyang tikoro atau tenggorokan dewata

Ketika sungai Citarum tersumbat muntahan Gunung Tangkuban Parahu, airnya mengalir mencari jalan keluar menembus perbukitan Rajamandala dan melewati terowongan alam Sanghyang Tikoro. Hasilnya, bandung menjadi dataran yang subur pada ketinggian 725 mdpl. Danau Bandung terbentang dari Cicalengka di daerah timur hingga ke Padalarang di daerah barat. dari Bukit dago di utara hingga batas Soreang - Ciwidey di Selatan. sedangkana Alun - alun pada waktu itu diperkirakan tenggelam pada kedalaman 30 Meter.



peta danau bandung purba 

Di epoh Holosen (11 ribu tahun lalu), gunung berapi Tangkuban Perahu terbentuk sebagai gunung berapi parasitik dari kawah gunung berapi Sunda. Gunung Sunda sendiri terbentuk sekitar 2 juta tahun lalu (letusan Tangkuban Perahu pertama) dan merupakan gunung berapi besar dengan diameter sekitar 20 km dan tingginya sekitar 3000 meter.

Danau Bandung terbentuk oleh letusan gunung Tangkuban Perahu kedua, 6000 tahun lalu, yang membendung sungai Citarum (mungkin dari sini nama Bandung berasal). Danau purba ini diduga berada sekitar 720 meter di atas permukaan laut. Gua yang ditemukan Brahmantyo dkk berada tidak jauh dari muka air danau ini.

Air danau Bandung semenjak 3000-4000 tahun lalu perlahan-lahan mulai mereda akibat adanya penetrasi air di bukit kapur Rajamandala di Sanghyang Tikoro. Penetrasi ini menyebabkan terjadinya sungai bawah tanah yang mengalirkan air danau Bandung ke sungai Citarum, terus menerus hingga sekarang. Air danau Bandung yang lepas dan menyisakan sejumlah besar telaga kecil yang kemudian menjadi rawa-rawa di dalam hutan belantara Bandung. Lokasi rawa-rawa ini kemudian menjadi nama dari berbagai tempat di Bandung seperti Situ Gunting, Situ Aras, Situ Saeur, Leuwi Panjang, Cisitu, Situ Aksan, Rancaekek, Rancamanuk, Rancaoray, Rancakandang, Rancabeureum, Rancabadak, dan Rancamanyar. Fakta tentang keberadaan danau Bandung sudah diketahui setidaknya dari zaman Belanda, sekitar tahun 1936.

Walau begitu, penelitian lebih modern berpendapat lain. MAC Dam pada tahun 1994 menyimpulkan keberadaan danau Bandung yang jauh lebih tua usianya. Beliau menyimpulkan hal tersebut dari endapan lakustrin yang ditemukan lewat pengeboran di Dataran Bandung Timur. Dam menyebutkan kalau danau Bandung terbentuk 135 ribu tahun lalu dan lenyap sekitar 20 ribu tahun lalu.

sumber :
https://harunjaya33.wordpress.com/2011/06/23/buset-asal-usul-bandung-adalah-danau-purba/

sumber foto :
https://harunjaya33.wordpress.com/2011/06/23/buset-asal-usul-bandung-adalah-danau-purba/
http://bandung.panduanwisata.id/menelisik-keagungan-sanghyang-tikoro/






Tidak ada komentar:

Posting Komentar